Tulisan hangat pagi ini.
Skudai, Johor Bahru.
Pagi ini aku duduk diam didepan cendela kamarku, aku memutuskan untuk menikmati udara pagi yang sangat menenangkan fikiran sembari melihat langit. Alhamdulillah, hari ini masih diberi kesempatan waktu oleh-Nya untuk memperbaiki diri.
Ya, aku suka tempat yang sunyi, seperti sekarang ini. Lebih tepatnya aku lebih suka menyendiri. Hanya sekedar berdialog dengan hati dan sang Pencipta. Berkeluh kesah pada-Nya, mengingat kesalahan-kesalahan yang pernah kuperbuat. Itu sangat menyenangkan bagiku.
Aku jadi teringat aku di 4 tahun yang lalu. Lucu rasanya. Dari kecil aku dibimbing dengan baik oleh keluargaku, untuk menjadi anak yang selalu taat dengan agamanya. Ya, tapi aku hanya menjadi muslim yang sewajarnya saja, asal sholat 5 waktu, puasa ramadhan, sewajarnya saja. Tapi aku tidak membatasi bagaimana pergaulanku dengan lawan jenis, tidak memperhatikan cara berpakaian ku.
The point is, semua itu tergantung pada diri kita, meskipun kita sudah dibimbing, diberi ilmu, tapi semua pilihan ada ditangan kita, mau mengamalkannya atau tidak, mau menerimanya atau tidak. Tapi pada dasarnya Allah menciptakan kita dengan fitrah sifat yang baik.
Contohnya, orang yang pertama kali ingin melakukan suatu kemaksiatan pasti dalam hatinya akan timbul perasaan tidak nyaman bahkan berkata dalam hati "ini kan bukan hal yang baik". kalau kita dari awal mau mendengarkan hati kecil kita ,ya kita akan terhindarkan. Tapi kalau kita memilih untuk acuh, itu kita akan terjerumus. Dan akan terus mengulanginya. Dan kalau kita sudah mengulanginya terus-menerus ,akan hilang rasa tidak peduli dengan kemaksiatan itu. Kita harus care terhadap hati kecil kita, dengarkan dia. Bohong kalau kita nggak bisa memilah mana yang baik mana yang buruk. Nah, satu hal lagi hidayah itu ada dimana-mana sebenernya, tinggal kita yang mau ngambilnya atau enggak.
Jujur, Aku dulu selalu diingetin sama abangku buat ngelakuin hal-hal yang simple tapi berat buat dilakuin. Karena aku dulu ngga care sama agamaku sendiri, yaa jadinya aku ngambil aturan-aturan islam itu sesuai mana yang mau aku ambil. Yang susah menurut aku, ya aku tinggalin. Contohnya, abangku cerita ke aku kisah adek yang disiksa di alam kubur gara-gara ga sholat diawal waktu, pake jilbab di dalem rumah kalo ada tamu non-muhrim, pake kaos kaki kalo keluar rumah. Dulu aku banyak ngelaknya, yaa kan yang penting sholat kan, bukannya pake jilbab kalo keluar rumah aja?, kan banyak yang nggak pake kaos kaki juga?. karena aku dulu mikirnya "mas kan sekolahnya di sekolah umum terus, tau apa?" well, background sekolah pun ngga menjamin guys. Kembali ke pribadi kita, banyak juga yang lulusan sekolah agama, tapi dia ngga mau ngamalin ilmu yang dia dapet, justru sebaliknya (naudzubillah). Mau apa aja background kita, itu kembali ke kita. karena dia mau mencari tentang islam. Sedangkan aku dulu udah ada medianya, tapi ngga aware sama agamaku sendiri :) padahal harusnya sami'na wa atho'na kan, hehe.
Terus berdoa sarannya, supaya dibukakan pintu hati kita untuk mengambil hidayah Allah. Kadang kita nggak sadar, kita udah dikumpulin bareng orang-orang baik, kadang dinasehatin, tapi kita acuh gitu. Doa aja terus, jangan bosen. Sampe kita betul-betul dapetin nikmatnya iman. Karena yang pegang hati kita itu Allah. Dia yang bisa membolak balik kan keadaan hati seseorang. Ada orang yang dulunya ngga baik, tiba-tiba berubah jadi baik 180° karena dia sadar atas kejahilan yang dulu dia buat.
Menjadi baik itu pilihan setiap orang, jika ada yang bilang kamu munafik atau sok alim ,terima dan biarkan saja. Karena itu pilihan hidup mereka, kamu jangan ikut-ikutan. Yang tau isi hati kita kan cuma kita dan Allah. Dan bersyukurlah kalau masih ada orang yang menasihati kamu dan menegur kesalahanmu, karena itu tanda kepeduliannya kepadamu.
Spend your time wisely. Know that your time on earth could end at any moment. Let this reminder make you reflect on the important things in your life. How will the things you do affect on the important things in your life. How will the things you do affect your hereafter? Start making positive changes. Do much good deeds. Spread love. Be helpful. stand for justice and speak up when you see injustice. Love for others what you love yourself. Make those around you happy and try to lighten their burned by helping them as much as you can. Pray. Always always and always turn to Allah. The best of listener. The knower of the unseen. Allah knows best.
Tulisan ini juga buat diriku pribadi btw. Karena akupun bukan orang yang sempurna. Tak luput dari kesalahan dan kelalaian. :)
Pagi ini aku duduk diam didepan cendela kamarku, aku memutuskan untuk menikmati udara pagi yang sangat menenangkan fikiran sembari melihat langit. Alhamdulillah, hari ini masih diberi kesempatan waktu oleh-Nya untuk memperbaiki diri.
Ya, aku suka tempat yang sunyi, seperti sekarang ini. Lebih tepatnya aku lebih suka menyendiri. Hanya sekedar berdialog dengan hati dan sang Pencipta. Berkeluh kesah pada-Nya, mengingat kesalahan-kesalahan yang pernah kuperbuat. Itu sangat menyenangkan bagiku.
Aku jadi teringat aku di 4 tahun yang lalu. Lucu rasanya. Dari kecil aku dibimbing dengan baik oleh keluargaku, untuk menjadi anak yang selalu taat dengan agamanya. Ya, tapi aku hanya menjadi muslim yang sewajarnya saja, asal sholat 5 waktu, puasa ramadhan, sewajarnya saja. Tapi aku tidak membatasi bagaimana pergaulanku dengan lawan jenis, tidak memperhatikan cara berpakaian ku.
The point is, semua itu tergantung pada diri kita, meskipun kita sudah dibimbing, diberi ilmu, tapi semua pilihan ada ditangan kita, mau mengamalkannya atau tidak, mau menerimanya atau tidak. Tapi pada dasarnya Allah menciptakan kita dengan fitrah sifat yang baik.
Contohnya, orang yang pertama kali ingin melakukan suatu kemaksiatan pasti dalam hatinya akan timbul perasaan tidak nyaman bahkan berkata dalam hati "ini kan bukan hal yang baik". kalau kita dari awal mau mendengarkan hati kecil kita ,ya kita akan terhindarkan. Tapi kalau kita memilih untuk acuh, itu kita akan terjerumus. Dan akan terus mengulanginya. Dan kalau kita sudah mengulanginya terus-menerus ,akan hilang rasa tidak peduli dengan kemaksiatan itu. Kita harus care terhadap hati kecil kita, dengarkan dia. Bohong kalau kita nggak bisa memilah mana yang baik mana yang buruk. Nah, satu hal lagi hidayah itu ada dimana-mana sebenernya, tinggal kita yang mau ngambilnya atau enggak.
Jujur, Aku dulu selalu diingetin sama abangku buat ngelakuin hal-hal yang simple tapi berat buat dilakuin. Karena aku dulu ngga care sama agamaku sendiri, yaa jadinya aku ngambil aturan-aturan islam itu sesuai mana yang mau aku ambil. Yang susah menurut aku, ya aku tinggalin. Contohnya, abangku cerita ke aku kisah adek yang disiksa di alam kubur gara-gara ga sholat diawal waktu, pake jilbab di dalem rumah kalo ada tamu non-muhrim, pake kaos kaki kalo keluar rumah. Dulu aku banyak ngelaknya, yaa kan yang penting sholat kan, bukannya pake jilbab kalo keluar rumah aja?, kan banyak yang nggak pake kaos kaki juga?. karena aku dulu mikirnya "mas kan sekolahnya di sekolah umum terus, tau apa?" well, background sekolah pun ngga menjamin guys. Kembali ke pribadi kita, banyak juga yang lulusan sekolah agama, tapi dia ngga mau ngamalin ilmu yang dia dapet, justru sebaliknya (naudzubillah). Mau apa aja background kita, itu kembali ke kita. karena dia mau mencari tentang islam. Sedangkan aku dulu udah ada medianya, tapi ngga aware sama agamaku sendiri :) padahal harusnya sami'na wa atho'na kan, hehe.
Terus berdoa sarannya, supaya dibukakan pintu hati kita untuk mengambil hidayah Allah. Kadang kita nggak sadar, kita udah dikumpulin bareng orang-orang baik, kadang dinasehatin, tapi kita acuh gitu. Doa aja terus, jangan bosen. Sampe kita betul-betul dapetin nikmatnya iman. Karena yang pegang hati kita itu Allah. Dia yang bisa membolak balik kan keadaan hati seseorang. Ada orang yang dulunya ngga baik, tiba-tiba berubah jadi baik 180° karena dia sadar atas kejahilan yang dulu dia buat.
Menjadi baik itu pilihan setiap orang, jika ada yang bilang kamu munafik atau sok alim ,terima dan biarkan saja. Karena itu pilihan hidup mereka, kamu jangan ikut-ikutan. Yang tau isi hati kita kan cuma kita dan Allah. Dan bersyukurlah kalau masih ada orang yang menasihati kamu dan menegur kesalahanmu, karena itu tanda kepeduliannya kepadamu.
Spend your time wisely. Know that your time on earth could end at any moment. Let this reminder make you reflect on the important things in your life. How will the things you do affect on the important things in your life. How will the things you do affect your hereafter? Start making positive changes. Do much good deeds. Spread love. Be helpful. stand for justice and speak up when you see injustice. Love for others what you love yourself. Make those around you happy and try to lighten their burned by helping them as much as you can. Pray. Always always and always turn to Allah. The best of listener. The knower of the unseen. Allah knows best.
Tulisan ini juga buat diriku pribadi btw. Karena akupun bukan orang yang sempurna. Tak luput dari kesalahan dan kelalaian. :)
Komentar
Posting Komentar