Maaf, Aku Sudah Tak Seasik Dulu
Ya, setiap orang pasti inginkan perubahan dalam dirinya,
perubahan untuk menjadi pribadi yang lebih baik. Ada masanya kita
mempertanyakan untuk apa sebenarnya kita hidup di dunia ini? Bagaimana agama
gita? Apa konstribusi untuk orang disekitar kita? Jujur aja, aku masih
mengalami masa-masa itu, bahkan sejak aku duduk di baangku SMA. Fikiran itu akan tiba-tiba muncul dan hilang
sampai kita menemukan diri kita yang sebenarnya. (just my opinion,
berdasarkan pengalaman pribadi aku sih).
Apa sebenernya yang kita perjuangkan dalam hidup ini? Itu
yang kadang kita abaikan. Kita menjalani hidup gini-gini aja. Yang penting bisa
sekolah, uang jajan lancar, kehidupan sosial bahagia dan sebagainya. Lalu aku
berfikir, apa sebenernya tujuan orang tuaku sekolahin aku sampai jenjang
sekarang ini. Toh aku juga nggak minta. Ngapain juga ayah sama ibu aku nyuruh
aku berangkat ke TPQ tiap sore buat belajar ngaji, sampe-sampe mau bolos aja
takut.
Semua itu tentang proses pembelajaran dalam hidup. Dari
sekolah, aku jadi pandai berinteraksi sama orang lain, punya temen-temen baru,
punya wawasan baru, dari TPQ aku juga bisa baca al-qur’an, menghafal, dan lebih
tau tentang agamaku. Tapi selama ini aku tidak memaknai semua itu. Aku hanya
mengikutinya, yang penting aku belajar, aku bisa, trus aku lulus, trus masuk
kejenjang yang lebih tinggi, trus dapet kerja, bisa hasilin uang sendiri. Gitu
aja? Dari situ aku mulai berfikir trus hidup kita enjoy dong buat kebahagiaan
kita sendiri? Nggak asik banget sih.
Dan kadang juga kita mulai bingung apa tujuan kita melakukan
semua ini. Akhirnya kita kehilangan arah. Yaudahlah, yang penting jalani aja
yang sekarang yang nanti biarin nanti. What should we do ? apa yang sebenernya
kita perjuangkan dalam hidup ini? Lalu kalo udah kaya aku gini, sempet
ngerasain masa-masa lose hope (pasrah aja sama apa yang terjadi, kita jalani
gini aja tanpa adanya usaha), apa yang mau dibuat? Diem aja?
Hidup itu tentang makna dan proses. Orang yang mempunyai
makna dan memperjuangkan maknanya dalam hidup akan cenderung lebih jelas tujuan
hidupnya dan sukses. Namun kesuksesan itu bukan hanya dari capaian-capaian
semata, jabatan, prestasi, namun kenyataannya banyak masyarakan disekitar kita
menyeragamkan kesuksesan. padahal sukses nggak semudah itu. Akhirnya itu
membuat orang lain kurang percaya diri dengan kemampuannya. Menyontek dan
mengikuti scenario orang lain menjadi jalan pintasnya. Padahal Allah memberikan
kita kertas ujian yang berbeda-beda. Jangan pernah membandingkan hidup kita dengan
orang lain, mengikuti apa yang mereka capai tanpa ada makna yang kita rasakan
dalam hati.
Lakukan mana yang menjadi prioritas dalam hidup kamu,
lakukan mana yang lebih perlu diperjuangkan mana yang enggak. Selesaikan dulu
masalah yang ada pada diri kamu sendiri, baru apa yang ada di luar dirimu. Satu
lagi, jangan sampai lupa tujuan hidup kamu juga sebagai abid Allah. Kamu harus
betul-betul memurnikan niat kamu dalam mengerjakan segala aktifitas itu hanya
karena kamu ingin mendapat rahmat dan ridho Allah. Yang terpenting jadilah
bermanfaat bagi orang lain. Terus lakukan muhasabah diri. Dan, jangan menolak
untuk menjadi pribadi baru. Selama itu baik untukmu, agamamu, keluargamu, dan
teman-temanmu kenapa tidak? Dan teruslah berdo’a pada Allah dan ceritakan
semuanya pada Allah. Karena hidup itu juga tentang cerita, selebihnya hadiah.
Allah sudah tentukan hasil disetiap apa yang kita usahakan. Apapun hasilnya
kita pasrahkan pada-Nya. Allah itu menilai kita dari usaha yang dilakukan. Buat
kita semua yang sedang berproses, bersemangatlah, dan jangan putus asa terhadap
rahmat Allah. Terkadang sesuatu terjadi tidak sesuai dengan apa yang kita
harapkan, tapi pasti sesuai dengan yang Allah harapkan. Dan Allah menciptakan
taqwa untuk kita bisa tetap bahagia karena memaknai setiap apa yang terjadi
dalam hidup kita.
Do not lose hope,
please believe that there are a thousand beautiful things waiting for you.
👍👍👍👍 suka banget kalimat yg selesaikan masalah dalam dirimu baru masalah yg ada di luarmu , kadang suka salah nentuin mana yg harus jd prioritas
BalasHapus😁😁 kadang suka lupa tujuan kita apa
Hapus